Karir Ranieri Sempat Hampir Berakhir Gara-Gara Politik

Leicester-City-Leicester-Leicester-v-Sunderland-Premier-League-Leicester-Match-Report-Claudio-Ranieri-Chelsea-Chelsea-New-597047

Leicester-City-Leicester-Leicester-v-Sunderland-Premier-League-Leicester-Match-Report-Claudio-Ranieri-Chelsea-Chelsea-New-597047

Liputan6bola.com , Bandar Judi Online Terbaik dan Tepercaya – 

Claudio Ranieri menjadi bahan pembicaraan publik lantaran berhasil membawa klub semenjana Leicester City menjadi juara Premier League 2015-2016. Sejatinya karier kepelatihan dia sering dihadang batu sandungan.

Untuk kali pertama dalam kariernya Ranieri mengangkat trofi juara bersama Leicester. Bagi The Foxes –julukan Leicester– ini juga merupakan titel Premier League perdana.

Meski beberapa kali melatih klub besar seperti Juventus, AS Roma, Valencia, dan seterusnya, Ranieri selalu gagal. Bahkan, kala awal-awal kariernya sebagai pembesut klub sepakbola bersama tim amatir Vigor Lamezia dan Puteolana, dia sempat memikirkan banting setir sebagai pelatih.

“Saat di Puteolana dan Lamezia, kami berada di puncak klasemen tanpa mengalami kekalahan. Tapi, ada sesuatu aneh yang tidak saya sukai. Tahun kedua hampir sama,” kata Ranieri, seperti dilansir Soccerway, Minggu (8/5/2016).

“Saya suka sepakbola, tapi terlalu banyak politik dan saya bukan politikus. Saya adalah orang bersih. Lalu mereka kembali menunjuk dua pelatih, mereka juga mengganti pemilik klub. Lalu pemilik klub memanggil saya lagi untuk mengakhiri musim,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *