Koleksi Trofi Mereka Bikin Minder

Liputan6bola.com , Bandar Judi Online Terbaik dan TepercayaPelatih sepakbola hampir semuanya pernah mengenyam karier sebagai pemain sepakbola. Meski demikian, tak jarang pelatih mengalami kegagalan untuk bersinar, meski sebelumnya sempat sukses sebagai pemain.

Italia menjadi salah satu negara yang para pemain sepakbolanya memilih jadi pelatih usai pensiun merumput. Sayangnya, tidak semua mantan pesepakbola asal Negeri Piza tersebut sukses sebagai pelatih. Sebut saja Roberto Donadoni yang meraih banyak gelar saat bermain dengan AC Milan, namun gagal bersinar ketika bertugas meracik tim.

Jika melihat deretan nama yang ada saat ini, hanya ada lima sosok yang mampu bersinar, baik sebagai pemain mau pun sebagai pelatih. Berikut daftar lengkap lima nama pemain top Italia yang sukses jadi pelatih.

Gianlucca Vialli

Gianluca Vialli layak berada di posisi kelima jika melihat gelar-gelar yang dipersembahkannya. Sebagai pemain, Vialli meraih berbagai macam gelar bersama klub-klub yang dibelanya yakni Sampdoria, Juventus, dan Chelsea. Sepanjang kariernya sebagai pemain, ia meraih dua gelar Serie A, empat gelar Coppa Italia, dua gelar Supercoppa Italiana, dua gelar UEFA Winners Cup, serta masing-masing satu gelar Liga Champions, Europa League saat masih bernama UEFA Cup, Piala Super Eropa, dan FA Cup, Piala Liga sekarang bernama Capital One Cup.

Sementara di level pelatih, pria yang kini berusia 51 tahun itu meraih sukses ketika mengarsiteki Chelsea selama dua musim yakni dari 1998 hingga 2000. Total lima trofi dipersembahkannya untuk The Blues yakni FA Cup, Piala Liga, Community Shield (dulu masih bernama Charity Shield, UEFA Winners Cup, Piala Super Eropa.

Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo mengisi posisi keempat. Meski raihan trofinya sebagai pelatih tidak sebanyak Vialli, namun raihan trofi Liga Champions saat melatih Chelsea menjadi nilai plus untuk Di Matteo, mengingat betapa prestisiusnya trofi tersebut di Eropa. Satu lagi trofi yang dipersembahkannya untuk Chelsea adalah FA Cup.

Sebagai pemain, Di Matteo memperkuat banyak klub, dengan dua klub besarnya adalah Lazio dan Chelsea. Namun, kesuksesan hanya diraih pria berusia 45 tahun itu saat membela London Biru. Total enam trofi diraihnya bersama Chelsea yakni dua trofi FA Cup serta masing-masing satu trofi Piala Liga, Community Shield dulu masih bernama Charity Shield, UEFA Winners Cup, dan Piala Super Eropa.

Antonio Conte

Antonio Conte berhak berada di posisi ketiga dengan sederetan prestasi klub dan individu, baik sebagai pemain dan pelatih. Sebagai pemain, Conte menghabiskan kariernya bersama Juventus, meski sempat memperkuat Lecce. Kesuksesan diraihnya bersama Juve dengan raihan lima gelar Serie A, empat gelar Supercoppa Italiana, serta masing-masing satu gelar Coppa Italia, Liga Champions, UEFA Cup (sekarang bernama Europa League), Piala Super Eropa, Piala Intertoto, dan Intercontinental Cup.

Sebagai pelatih, Conte pernah meraih satu gelar Serie B (saat melatih Bari), tiga gelar Serie A (Juve), dan dua gelar Supercoppa Italiana. Secara individu, pelatih Chelsea per musim 2016-2017 itu pernah didaulat sebagai pelatih terbaik Serie A untuk tiga musim beruntun, yakni 2011-2012 hingga 2013-2014.

Roberto Mancini

Dengan raihan trofi dan pengalamannya selama ini, Roberto Mancini layak berada di posisi kedua. Semasa berkarier sebagai pemain, Mancini bermain untuk Sampdoria dan Lazio. Dari kedua klub tersebut, total 13 trofi diraihnya yakni enam gelar Coppa Italia, masing-masing dua gelar Serie A, Supercoppa Italiana, UEFA Winners Cup, serta satu gelar Piala Super Eropa.

Sebagai pelatih, Mancini selalu mempersembahkan gelar untuk klub-klub dilatihnya. Bersama Fiorentina dan Lazio, masing-masing ia memberikan satu gelar Coppa Italia. Bersama Inter Milan (di periode pertamanya melatih), ia mempersembahkan tiga gelar Serie A serta masing-masing dua gelar Coppa Italia dan Supercoppa Italiana. Lalu bersama Manchester City, masing-masing satu trofi Premier League, FA Cup, dan Community Shield mampu diraihnya. Terakhir, ia mempersembahkan Liga Turki kepada Galatasaray.

Carlo Ancelotti

Tiga gelar Liga Champions yang dipersembahkannya sebagai pelatih memuat Carlo Ancelotti layak berada di posisi pertama. Tidak hanya trofi Si Kuping Besar, Ancelotti juga meraih jumlah trofi yang lebih banyak dibanding keempat nama di atas. Di luar Liga Champions, total 14 trofi lain diraihnya yakni tiga gelar Piala Super Eropa, dua gelar Piala Dunia Antarklub, serta masing-masing satu gelar, Serie A, Coppa Iyalia, Supercoppa Italiana, Premier League, FA Cup, Community Shield, Ligue 1, dan Copa del Rey.

Sebagai pemain, kesuksesan Ancelotti juga tak kalah mentereng. Saat masih bersama AS Roma, ia meraih empat gelar Coppa Italia dan satu gelar Serie A. Sementara bersama AC Milan, pelatih Bayern Munich per musim 2016-2017 itu meraih masing-masing dua gelar Liga Champions (masih bernama European Cup), Piala Super Eropa, Serie A, dan Intercontinental Cup, serta satu trofi Supercoppa Italiana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *